Selayang Pandang Tentang Kota Asri Wonosobo

 


Wonosobo adalah salah satu kabupaten yang ada di Jawa Tengah. Kata Wonosobo sendiri berasal dari bahasa Jawa yaitu wono dan sobo, wono yang berarti alas atau hutan dan sobo yang bermakna  sering dikunjungi. Maka kolaborasi makna dari kedua kata tersebut adalah 'Hutan yang sering dikunjungi.

Kabupaten Wonosobo berbatasan dengan kabupaten Temanggung dan kabupaten Magelang disebelah timur, kabupaten Purworejo disebelah selatan, kabupaten Kebumen dan kabupaten Banjarnegara disebelah barat, serta kabupaten Batang dan kabupaten Kendal disebelah utara. 

Wonosobo memiliki 15 kecamatan dan 265 kelurahan atau desa. Beberapa kecamatan yang ada di Wonosobo diantaranya kecamatan Mojotengah, kecamatan Leksono, kecamatan Selomerto dan lainnya. 

Desa yang ada di kabupaten Wonosobo diantaranya desa Larangan Kulon, desa Lipursari, desa Tumenggungan dan masih banyak lagi yang tidak dapat disebutkan satu per satu. Kabupaten Wonosobo berdiri pada 19... tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 24 Juli 1825.

Kota wonosobo diyakini bermula dari daerah Selomerto, di daerah tersebut terdapat dusun yang bernama Wanusaba atau Wanasaba yang didirikan oleh Kyai Wanasaba. Dan saat ini dusun tersebut masih ada dan banyak dikunjungi oleh peziarah yang berkunjung ke salah satu makam yakni makam Kyai Wanasaba. 

Sejarah berdirinya kabupaten Wonosobo berkaitan erat dengan perang Diponegoro. Antara tahun 1825 sampai 1830, Wonosobo menjadi salah satu basis pertahanan pasukan pendukung pangeran Diponegoro. Pertempuran yang terjadi di daerah Legorok, perbatasan antara Magelang dan Wonosobo, Muhamad Ngarpah berhasil meraih kemenangan pertama atas Belanda. 

Muhamad Ngarpah diberi gelar oleh pangaran Diponegoro yaitu Kandjeng Raden Tumenggung Setjanegara, sejak saat itu Muhamad Ngarpah dinobatkan sebagai bupati pertama di Kabupaten Wonosobo.

Wonosobo dijuluki sebagai kota santri, dan julukan tersebut tidaklah berlebihan. Karena di Wonosobo sendiri memang terdapat banyak Pondok Pesantren yang mengayomi ratusan hingga ribuan Santri. Salah satu pondok pesantren yang terkenal di Wonosobo adalah pondok pesantren Al Asy'ariyah yang didirikan oleh seorang ulama' masyhur bernama KH Munthaha atau yang sering kita sebut Mbah Mun. Beliau adalah salah satu ulama' yang terkenal di Wonosobo bahkan eksistensinya sebagai Ulama' Nusantara juga dikenal di luar Wonosobo.

Selain julukan Kota Santri, Wonosobo juga populer dengan julukan Kota Dingin. Mengapa demikian? Karena salah satu dataran di kota ini tepatnya dataran tinggi Dieng, dinobatkan menjadi dataran tertinggi di Jawa, dengan ketinggiannya yang mencapai 2000 kaki di atas permukaan laut. 

Bahkan di dataran ini juga pada bulan-bulan tertentu saat musim dingin melanda, akan timbul salju akibat suhu udara yang dapat mencapai minus. Hal ini juga menjadi salah satu fakta penguat terkait julukan kota dingin untuk Wonosobo.

Dengan demikian, mulai dari Sejarah hingga fakta-fakta unik dari Kabupaten berhawa sejuk ini membuat kesan menarik yang kuat pada para pembaca untuk berkunjung dan menilik lebih jauh. Entah pada nilai kultur yang tinggi, sikap religius masyarakatnya sendiri, atau bahkan sejarah panjang terkait berdirinya Kabupaten ini. Semoga tulisan ini bermanfaat dan dapat membuka wawasan pembaca sekalian^^


Oleh : Uswatun Khasanah


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Tari Lengger, Kesenian Khas Wonosobo

Peringatan 10 Muharram di Pesantren Fatanugraha

Bernyanyi Yakini Kurangi Beban dalam Diri